Mengasihani Iblis? ya temen - temen nggak salah baca. Bukankah Iblis adalah musuh kita? bukankan Iblis adalah lawan dari Tuhan seperti Neraka dengan Surga. Kenapa kita harus mengasihani Iblis? Sudah lumrah dia dilaknat bukan untuk dikasihani karena dia yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa.
Bukan latah ikut menyebut bahwa Adam adalah Iblis, tetapi untuk saat ini memang masuk akal dalam pikiranku bahwa si Iblis, sang Bapa Pendusta adalah manusia itu sendiri. Silahkan membaca di sini kemudian direnungkan tanpa prasangka. Renungkan dengan logika dan pengetahuan Alkitab anda.
Namun demikian saya saat ini tidak mau berbantahan tentang Iblis itu Malaikat atau Adam. Yang ingin saya renungkan adalah beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Banyak orang yang hidupnya mengeluh dengan keadaan dirinya yang seolah - olah menjadi jauh dari Tuhan karena merasa dirinya diganggu, digoda, dirasuki atau dibisiki hal - hal buruk oleh si Iblis. Mengapa banyak yang berpikiran seperti itu? Saya tidak tahu. Tetapi saya hanya menduga - duga bahwa mereka dalam membaca Alkitab tidak terpusat pada Yesus tetapi pada Iblis. Mereka mungkin hanya mengingat bahwa Iblis berani mencobai Yesus, mereka mungkin hanya mengingat bahwa Iblislah yang merasuki Yudas Iskariot sehingga mengkhianati Yesus untuk menyerahkan kepada orang - orang Farisi. Mereka hanya terpusat pada itu. Bukan kepada Yesus yang meski dalam rupa manusia (dengan segala perasaan dan mental manusia) mampu melawan godaan Iblis, mereka lupa bahwa Yesus membiarkan hal itu (Yudas dirasuk Iblis) terjadi untuk menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas Maut.
Mungkinkah manusia yg marah dengan Iblis karena merasa bahwa ia dirasuki dan dibisiki hal - hal jahat oleh Iblis, tidak lain hanyalah manusia sombong sok suci dan tidak mengakui bahwa dirinya berdosa. Semua kesalahan (yg sebenarnya dibuatnya sendiri) selalu saja ditimpakan kepada Iblis. Mereka adalah orang - orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengakui bahwa Iblis telah dikalahkan dengan kebangkitan Yesus. Mereka melecehkan penebusan Yesus di kayu salib. Bukankah Yesus adalah pokok anggur dan kita yang percaya kepadanya adalah rantingnya? Bukankah Yesus menginginkan agar kita selalu di dalam dia?
Mungkin atau tidaknya silahkan teman - teman merenungkan dan menjawab sendiri dalam hati karena saya tidak mau disebut menghakimi orang lain.
Ada tertulis di dalam kitab Yakobus pasal 1 ayat 14 dan 15 :
14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Disitu sudah sangat jelas bahwa Iblis tidak mempengaruhi kita dengan hal - hal yang tidak baik. Tetapi keinginan daging kita, kehendak kita. Kita seharusnya hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagaimana mencari kehendak Tuhan? tidak usah dicari, kehendak Tuhan adalah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita. Masalah akan tetap ada tetapi kita akan dimampukan untuk memenangkan segala masalah yang kita miliki. Kita harus menahan segala keinginan daging kita. Tuhan tidak menyuruh kita jadi miskin, tetapi Tuhan menyuruh kita agar tidak menjadi hamba uang. Tuhan tidak menyuruh kita menjadi orang biasa, tetapi Tuhan menyuruh kita berproses agar kita bener-bener sukses bukan karbitan.
Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Jadi pantaskah kita mengasihani Iblis? kasihan dong dia udah dosanya nggak terampuni masa masih saja kita jadikan kambing hitam.. Bagaimana pendapat teman - teman?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar: