Berdoa dengan Jujur

Filed under: by: antowi

Setiap hari kita pasti berdoa. Apa yang akan kita doakan? mengapa kita perlu berdoa dan mengapa seringkali kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Saudara - saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, seringkali kita terjebak dengan keyakinan atau doktrin yang salah dimengerti. Saya selalu memikirkan ini. Kita telah terbiasa jika berdoa selalu mengatakan ya Tuhan biarlah kehendakMu yang terjadi. Apakah kehendak Tuhan itu? Apakah kita sebagai manusia di batasi olehNya? Apakah kita sebagai manusia hanya sekedar menjalani seperti robot - robot yang terprogram? Saya pikir tidak. Banyak diantara kita yang bertanya - tanya dan mencari apa sih sebenarnya kehendakNya terhadapku, justru mereka sedang menyesuaikan kehendak Tuhan terhadap kehendaknya sendiri. Kehendak Tuhan tidak perlu dicari dan dipertanyakan. Kehendaknya adalah melakukan segala Firman.

Jadi saudara - saudaraku dalam berdoa seharusnya kita jujur dan tulus. Jujur artinya kita mengungkapkan segala kebutuhan kita kepadaNya tanpa perlu ditutup - tutupi. Tulus artinya kita benar - benar mengungkapkan segala keinginan/kebutuhan kita perlu sok merasa pasrah kepadaNya. Kita mungkin sudah banyak tahu bahwa formula doa yang baik adalah seperti ini mengampuni orang lain, memohon ampun atas dosa kita, kemudian baru permohonan kebutuhan kita. Namun karena kita kadang salah mengerti dalam permohonan doa kita menjadi seolah - olah pasrah dengan Tuhan. Saya katakan seolah - olah pasrah karena kita tidak jujur dan tulus.
Sebagai contoh adalah seperti ini : Saat saya dulu menganggur karena kesulitan mencari pekerjaan, jika saya berdoa untuk suatu pekerjaan yang saya inginkan saya tidak jujur dalam doa memohon kepada Tuhan. Saya berdoa "Ya Tuhan berikanlah kepada saya pekerjaan yang baik, supaya saya bisa tidak lagi membebankan orang tua" Apakah berdoa demikian itu salah? Saya mau katakan tidak salah namun tidak jujur. Mengapa tidak jujur? karena ketika Tuhan memberikan sebuah pekerjaan saya kadang tidak yakin karena pekerjaan tersebut diluar keahlian yang saya miliki. Atau pekerjaan tersebut membebani kita semisal dalam hal kesehatan. Kita memiliki penyakit dalam tetapi pekerjaan yang didapat adalah seorang penjaga malam. Atau pernah pula saya berdoa seperti ini ketika saya memasukkan lamaran ke sebuah perusahaan. "Ya Tuhan kiranya Engkau memberikan pekerjaan ini. Namun biarlah kehendakMu yang terjadi" Apakah berdoa seperti demikian salah? Tidak namun itu tidak tulus. Kita merasa sok pasrah dan ketika kita tidak mendapatkan pekerjaan tersebut kemudian berpikiran "Ya sudahlah ini kehendak Tuhan, mungkin Dia akan memberikan yang lebih baik" Seolah - olah itu adalah pasrah namun sebenarnya adalah putus asa. Kesalahan bukan terletak pada apa hasil dari yang kita peroleh tetapi dari awal kita berdoa. Kalau memang pekerjaan itu baik dan sesuai dengan keahlian kita seharusnya kita berdoa seperti ini : "Ya Tuhan, aku menginginkan pekerjaan ini.Karena aku yakin bisa melakukan pekerjaan in." Titik sampai itu saja. Jika kita tidak mendapatkan pekerjaan ini, itu berarti kita memang bukan orang yang dicari oleh perusahaan, perusahaan telah memiliki kandidat lain yang lebih baik dari kita. Itu saja tidak ada yang lain.

Ada orang bahkan yang mengajarkan berdoa itu harus spesifik sampai sedetail - detailnya. Misalnya begini : "Ya Tuhan tempat kerjaku begitu jauh dan aku selalu merasa kelelahan dalam perjalanan dengan kendaraan umum. Tuhan aku mohon mobil pribadi bermerek A dengan warna merah, karena mobil tersebut terkenal irit dan warna merah memudahkanku untuk mengenalinya karena aku sering lupa tempat ketika berada di tempat parkir" Saya tidak mengatakan bahwa berdoa yang seperti itu adalah salah karena memaksa Tuhan. Jika memang orang yang berdoa tersebut membutuhkan mobil dan memang membutuhkan spesifikasi yang seperti disebutkan kenapa tidak? yang terpenting adalah dalam berdoa kita harus jujur dan tulus memohonnya kepada Tuhan.

ayat renungan :
Flp. 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

0 komentar: